SPBU 34.151.37 Km.14 Diduga Menjadi Surga Para Mafia BBM Ilegal " Mobil Itu Punya Sebelah Kata Inisial RNL "
Kota Tangerang // SPBU 34-15137, Rest area Pinang km 14 diduga surganya mafia BBM solar bersubsidi yang berlokasi di Jalan Tol Tangerang-Jakarta KM 14 RT.004/RW.002, kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (3/4/2025).
Untuk mengelabuhi Aparat Penegak Hukum (APH), para mafia berbagi macam cara dilakukannya, puluhan mobil box modifikasi Helly copter (Mobil penyedot solar dengan kapasitas besar-red). Dari mobil box Colt diesel roda 4, Colt diesel roda 6, Fuso roda 6 dan Fuso roda 10. Mereka para mafia solar subsidi dalam melakukan kegiatannya dengan cara gunta ganti plat seri mobil dan barcode.
Dibenarkan oleh salah satu kordinator berinisial (RL) pada saat di konfirmasi terkait mobil box penghisap BBM ilegal berwarna putih dengan nopol B 9757 PY mengatakan mobil tersebut milik bos sebelah.
"Ini mobil bang 10 ya, Coba tanyain sopir. Itu punya siapa ?
Disinggung mobil berkepala hijau punya pak Rolan Bulan ?
"210 bukan punya saya, ini mobil besar ban 10, punya sebelah kali. Jelasnya melalui via Whatsapnya sambil melingkar angka 210
Pimpinan Redaksi media online Bandunginvestigasi.com menduga kuat adanya permainan kerjasama antara mafia solar subsidi dengan pihak SPBU, dikarenakan mobil penyedot solar bersubsidi sebanyak itu tidak mungkin tidak mengenali body mobil dan supirnya.
" Para mafia melakukan konspirasi ilegal yang sangat rapih sekali, dan dari instansi pemerintah yang berwenang belum ada yang menyikapi SPBU," Ucap Riki Santoso, Kamis (3/4/2025).
Pimpinan Redaksi Bandungivestigsi.com menambahkan," Aktifitas tersebut sudah bukan lagi menjadi rahasia umum di Wilayah Tangerang dan Jakarta sehingga sangat kuat dugaan beberapa oknum APH ikut memback Up kegiatan tersebut.
"Sesuai dengan Undang Undang MIGAS berpacu dengan Pasal 55 No 22 Tahun 2001 Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah) Pom Bensin tersebut telah melanggar perundang undangan yang berlaku. Tutupnya
Red/tim
Posting Komentar